Menghadapi ALS

Seperti kebanyakan orang yang menderita penyakit yang serius, perasaan mereka terbagi antara keharusan berpikiran positif, terus mencari jalan demi kesembuhan atau hanya bersikap menerima begitu saja keadaan mereka.

Setelah jenis penyakit diketahui, ada orang-orang yang berjuang keras melawan penyakit tersebut, namun ada juga yang menghindari sikap melawan, tetapi menghadapi apa yang ada dari hari ke hari seperti biasa sesuai dengan kondisi yang ada.

ALS dapat mempererat hubungan keluarga yang sejak awal sudah kuat, namun bisa juga menghancurkan hubungan yang memang sudah lemah. ALS dapat menguatkan jiwa seseorang, tetapi dapat juga membuat orang tersebut menjadi lemah, emosional tanpa bisa dikendalikan.

Tujuan bab ini adalah untuk membantu Anda dan keluarga untuk tidak berhenti berharap dan juga membantu bagaimana menghadapi ALS. Disini terdapat saran-saran yang bersifat pribadi dan saran kepada orang-orang di sekitar tentang cara menghadapi dan menjalani perubahan-perubahan yang ada, serta membantu membuat rancangan rencana selanjutnya.

MENGHADAPI ALS SEBAGAI PASIEN

Orang-orang seperti pekerja sosial, psikolog, dan jaringan sosial atas nama ALS dapat membantu meringankan beban dengan saling berbagi cerita atau informasi mengenai diri mereka dan bagaimana perkembangan ALS dalam diri mereka. Selain berbagi informasi, mereka juga memberikan bantuan secara sosial dan emosional.

Menjalani hidup dengan ALS bisa membuat kita larut dalam perasaan kehilangan, namun sebenarnya jika dilihat dari sisi positif, saat ini adalah saat dimana kita diberi kesempatan untuk memperkaya diri. Bisa saja dengan mempererat hubungan dengan keluarga dan teman, bahkan memiliki teman-teman baru yang memiliki pengalaman dan perhatian atau keinginan yang sama. Dengan adanya tehnologi computer, semua dapat dilaksanakan dengan lebih mudah.

Luangkan waktu untuk membaca, mendengarkan musik, atau untuk hal-hal yang sifatnya spiritual. Daftar hal-hal apa saja yang bisa dilakukan sangat panjang. Walau kemungkinan Anda tidak dapat atau tidak sempat melakukan semuanya, lakukanlah apa yang bisa dilakukan dengan sepenuh hati dan nikmatilah. Dengan begitu Anda akan merasakan hidup sepenuhnya. Semua itu tentunya bergantung  pada sikap dan imajinasi Anda.

Agama dan kepercayaan, harapan, kasih sayang dan keinginan kuat tak dapat memberikan kehidupan abadi, tapi memberi kesempatan bagi tiap orang untuk merasakan keunikan manusia yang berkembang walau sedang dilanda kesusahan. Hidup tidak diukur dari berapa lama tetapi dari bagaimana kita menggunakan waktu hidup tersebut.

Pages ( 1 of 4 ): 1 2 ... 4Next »

Archives